KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk menjawab meningkatnya kebutuhan modal pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal ini ditegaskan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat memimpin rapat koordinasi dengan jajaran perbankan di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (27/3/2026).
Rapat dihadiri pimpinan Bank Himbara, Bank NTT, serta sejumlah pejabat daerah, termasuk Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yusuf Lery Rupidara, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Linus Lusi, Kepala Biro Perekonomian Selvi Nange, dan Kepala Badan Keuangan Daerah Benhard Menoh.
Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Pasar Murah di Monas, Sediakan Kupon Belanja dan Makanan Gratis untuk Warga Gubernur Melki menekankan tingginya antusiasme masyarakat terhadap KUR sebagai sinyal meningkatnya kebutuhan modal usaha di daerah.
"Kami menerima banyak permintaan terkait akses KUR. Ini menunjukkan kebutuhan permodalan semakin besar dan harus segera direspons agar UMKM tetap bisa berkembang," ujar Melki.
Menurutnya, KUR bukan sekadar kredit, tetapi instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor riil, khususnya UMKM dan industri kecil menengah (IKM).
Program ini dinilai sebagai bentuk kehadiran negara dalam membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku usaha, meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas.
Melki juga mencatat tren positif di sektor pengolahan, pertanian, dan peternakan, yang menunjukkan keinginan kuat pelaku usaha lokal untuk berkembang. Karena itu, percepatan penyaluran KUR sangat penting agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Gubernur menegaskan UMKM menjadi penopang utama ekonomi daerah.
"Dalam situasi global yang belum stabil, UMKM menjadi penopang ekonomi. KUR harus didorong sebagai instrumen untuk menjaga daya tahan ekonomi masyarakat," jelasnya.
Gubernur juga menekankan sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan untuk mempercepat penyaluran KUR, dengan tetap mengikuti prinsip kehati-hatian agar tidak menimbulkan kredit macet.
Selain itu, edukasi dan sosialisasi KUR kepada masyarakat dinilai penting karena masih banyak yang belum memahami mekanisme dan manfaat program ini.