JAKARTA — Pemerintah memastikan kenaikan biaya logistik global akibat konflik di kawasan Timur Tengah belum berdampak signifikan terhadap harga pangan impor di dalam negeri.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, hingga saat ini harga sejumlah komoditas strategis seperti bawang putih dan kedelai masih relatif stabil.
Menurutnya, pasokan bawang putih yang sebagian besar berasal dari China tetap berjalan normal karena jalur distribusi logistik dinilai masih aman.
Baca Juga: Pemkot Medan Pastikan Belanja Pegawai Tetap di Bawah 30 Persen APBD Menjelang Penerapan UU HKPD 2027 "Impor bawang putih masih berjalan, tidak ada kendala. Bahkan volumenya belum mencapai kapasitas penuh," ujar Budi saat ditemui di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (28/3/2026).
Budi menjelaskan, pemerintah sengaja mengatur ritme impor agar tidak dilakukan secara besar-besaran dalam waktu singkat.
Langkah ini diambil untuk mencegah lonjakan harga dari negara pemasok akibat peningkatan permintaan yang drastis.
Ia menilai, jika impor dilakukan secara berlebihan dalam waktu bersamaan, maka pemasok berpotensi menaikkan harga karena tingginya permintaan pasar.
Karena itu, pemerintah memilih strategi impor bertahap yang disesuaikan dengan kebutuhan domestik guna menjaga stabilitas harga di dalam negeri.
"Impor dilakukan secara bertahap agar harga tetap stabil. Kalau permintaan mendadak tinggi, harga dari pemasok bisa ikut naik," jelasnya.
Selain bawang putih, Budi juga memastikan kondisi impor kedelai masih aman dan belum menunjukkan adanya kenaikan harga di pasar.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau dinamika global, termasuk dampak konflik geopolitik terhadap rantai pasok, guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi masyarakat tetap terjaga.*
(d/dh)