MEDAN – Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmen Pemko Medan menjadikan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai program prioritas melalui penguatan digitalisasi dan pelatihan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Rico Waas saat membuka Pelatihan UMKM Bangkit: Strategi Digital untuk Pemulihan UMKM Kota Medan di Hotel Karibia Boutique, Jalan Timor, Jumat (27/3/2026).
Kegiatan ini merupakan program kerja sama Pemko Medan dengan platform marketplace Lazada.
Baca Juga: Wali Kota Medan Pastikan Anggaran Sektor Lain Tetap Jalan Meski Aturan 30 Persen Berlaku "UMKM memiliki peran besar dalam menopang perekonomian, bahkan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Namun, tantangan utama saat ini adalah konsistensi usaha," ujar Rico Waas didampingi sejumlah pejabat Pemko Medan.
Rico Waas menekankan pelaku UMKM tidak cukup hanya memiliki produk, tetapi harus memahami strategi usaha dari hulu ke hilir, mulai dari penentuan produk, target pasar, hingga teknik pemasaran yang tepat.
"Sekarang ini orang bangun tidur sampai mau tidur lagi pegang gadget. Artinya, jualan harus masuk ke ruang itu. Digital marketing menjadi kunci," jelasnya.
Wali kota juga meminta pelatihan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. Inkubasi dan pendampingan bagi pelaku UMKM akan dilakukan agar usaha benar-benar berkembang dan naik kelas.
Dalam pelatihan ini, peserta diberi kesempatan mempresentasikan produk secara langsung.
Berbagai produk yang ditampilkan antara lain olahan ikan teri, stik kentang rumahan, bawang goreng original, hingga keripik sambal resep turun-temurun.
"Produk kita punya nilai dan cerita. Tinggal bagaimana kita kemas dan pasarkan dengan baik agar dikenal luas," tambah Rico Waas.
Sebanyak 100 pelaku UMKM dari berbagai sektor mengikuti pelatihan ini.