JAKARTA – Pemerintah Iran resmi memberikan akses khusus bagi kapal-kapal tanker dari sejumlah negara sahabat untuk melintasi Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak dunia yang strategis.
Langkah ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik yang mengganggu pasokan energi global.
Dalam pernyataan yang dibagikan Konsulat Jenderal Iran di Mumbai melalui media sosial X, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut lima negara telah mendapat izin resmi untuk berlayar melalui selat tersebut: China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan.
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia: Presiden Prabowo Perintahkan Segera Cari Pasokan Minyak dari Seluruh Negara Akses ini juga mencakup jaminan keamanan bagi kapal-kapal negara sahabat.
Pakistan termasuk salah satu negara yang segera memanfaatkan izin ini.
Kapal tanker Aframax Karachi milik Pakistan National Shipping Corporation tercatat melewati Selat Hormuz pertengahan Maret 2026 setelah memuat minyak mentah di Das Island, Abu Dhabi.
Pakistan, yang sangat bergantung pada impor minyak dari negara-negara Teluk, sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan otoritas Iran dan meluncurkan operasi pengawalan jalur pelayaran bagi kapal niaga.
Selain itu, negara tetangga Malaysia juga mendapat akses.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyampaikan terima kasih kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian atas pemberian izin bagi kapal tanker Malaysia.
"Kami dalam proses melepaskan kapal dan kru yang terlibat agar dapat melanjutkan perjalanan pulang," ujar Anwar, dikutip dari Bernama.
Sementara itu, Thailand, India, dan Turki tercatat telah mendapatkan izin terbatas untuk melintasi Selat Hormuz, dengan jaminan keamanan dari otoritas Iran.
Thailand bahkan dilaporkan tidak dikenakan biaya apapun untuk melewati blokade.