JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk menjamin pasokan dan stabilitas energi nasional.
Hal ini menyusul ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat perang antara Iran dan koalisi AS-Israel yang berdampak pada harga minyak dunia.
"Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah segera mencari pasokan minyak dari semua negara dan mengoptimalkan semua energi yang kita miliki," kata Bahlil usai meninjau SPBU di Rest Area 519B, Jawa Tengah, Jumat (27/3/2026).
Baca Juga: Pemko Medan Siap Terapkan WFH Sehari Seminggu untuk ASN, Kecuali Pegawai di Layanan Publik seperti Kesehatan, Pendidikan, dan Adminduk Bahlil menekankan pemerintah memastikan Indonesia tidak lagi melakukan impor solar ke depannya.
Untuk BBM jenis bensin, 50 persen pasokan masih berasal dari impor, sedangkan sisanya dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki alternatif pasokan minyak mentah (crude oil) dari berbagai negara.
Menteri ESDM itu juga mengimbau masyarakat menggunakan energi secara bijak.
"Kalau masak pakai LPG, matikan kompor begitu masakan matang. SPBU ini bukan untuk industri, jadi pakailah dengan bijaksana. Kita perlu dukungan rakyat untuk pemanfaatan energi yang optimal," ujarnya.
Terkait kesiapan energi selama arus balik mudik Idulfitri 2026, Bahlil menjamin ketersediaan BBM solar, bensin, stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), hingga pembangkit listrik agar masyarakat dapat melakukan mobilitas dengan nyaman.
Dalam perkembangan terkait, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengungkapkan pemerintah sedang mempersiapkan kebijakan work from home (WFH) sehari dalam sepekan untuk ASN sebagai langkah efisiensi BBM.
Kebijakan ini merupakan bagian dari sejumlah skenario mitigasi dampak kenaikan harga minyak global.
"Kami sudah sepakat dalam rapat, yang dihadiri Menko Ekonomi dan Menko PMK, termasuk skema WFH satu hari per minggu. Hari pelaksanaannya pun telah disepakati," ujar Tito.*