MAKASSAR - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman meskipun dampak fenomena El Nino diperkirakan akan berlangsung.
Hal ini diungkapkan Amran dalam konferensi pers di Makassar pada Kamis (26/3/2026), di mana ia menegaskan bahwa pasokan beras akan mencukupi hingga 10 bulan mendatang.
Amran menyebutkan, pemerintah telah melakukan pertemuan dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk membahas stok cadangan beras yang disimpan di gudang Bulog, serta menghitung potensi produksi dari tanaman padi yang saat ini masih dalam masa pertumbuhan (standing crop).
Baca Juga: BGN: Program MBG Dorong Perputaran Ekonomi Daerah hingga Triliunan Rupiah Berdasarkan perhitungan tersebut, Amran optimis bahwa stok beras Indonesia tetap akan mencukupi meskipun kekeringan yang disebabkan oleh El Nino diperkirakan akan berlangsung selama enam bulan ke depan.
"Kalau mengacu pada perhitungan produksi beras saat fenomena El Nino 2023-2024, rata-rata produksi beras nasional diperkirakan tetap mencapai minimal 2 juta ton per bulan. Dengan asumsi panen berlangsung selama tujuh bulan, maka tambahan produksi bisa mencapai 14 juta ton, dan ketersediaan beras dapat mencukupi hingga Mei tahun depan," ujar Amran.
Lebih lanjut, Amran menegaskan bahwa stok beras Indonesia saat ini mencapai 4,2 juta ton dan diproyeksikan akan meningkat menjadi 5 juta ton pada bulan depan.
Ini merupakan angka tertinggi yang tercatat dalam sejarah Indonesia, yang diyakini akan menciptakan ketahanan pangan yang kuat di tengah ancaman El Nino.
Pemerintah juga mengaku terus memantau distribusi bahan pangan di seluruh Indonesia, termasuk masalah distribusi beras dan bahan bakar yang hingga saat ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti.
"Untuk saat ini, tidak ada masalah berarti terkait distribusi, dan kondisi stok beras sangat stabil. Kami sudah melaporkan hal ini kepada Presiden dan terus memastikan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapi dampak El Nino," tambah Amran.
Pemerintah Indonesia juga berharap dapat meningkatkan surplus beras tahun ini dan sedang menjajaki peluang ekspor ke negara tetangga, seperti Malaysia dan Papua Nugini.*
(k/dh)