JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto meminta percepatan program hilirisasi sumber daya alam sekaligus menegaskan bahwa pengelolaannya harus berpihak pada kepentingan negara.
Arahan itu disampaikan dalam pembahasan sektor energi dan mineral bersama jajaran terkait.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah diminta mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik, termasuk pengembangan etanol dan biodiesel berbasis crude palm oil (CPO).
Baca Juga: Rp239 Triliun Digelontorkan! Prabowo Gaspol Hilirisasi dan Energi Selain itu, pemerintah juga didorong mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan.
"Presiden memerintahkan agar semua potensi energi dimaksimalkan, termasuk mendorong transisi energi," kata Bahlil, Kamis, 26 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga melaporkan perkembangan harga komoditas energi dan mineral, khususnya batu bara dan nikel.
Pemerintah, kata dia, masih mempertahankan kebijakan yang ada sambil memantau dinamika pasar global.
Ia membuka peluang relaksasi produksi apabila harga komoditas tetap stabil, namun dengan pendekatan yang terukur.
"Semua tetap memperhatikan keseimbangan supply dan demand serta kondisi pasar," ujarnya.
Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa sumber daya alam merupakan aset strategis nasional yang harus memberikan manfaat optimal bagi penerimaan negara.
Pemerintah diminta mencari celah peningkatan pendapatan, terutama dari sektor mineral yang dinilai belum sepenuhnya adil bagi negara.
Di sisi lain, pemerintah menargetkan hilirisasi berjalan lebih agresif dalam waktu dekat. Sebanyak 13 proyek hilirisasi baru tengah difinalisasi dengan total nilai investasi mencapai Rp239 triliun.