JAKARTA — Nilai tukar rupiah di pasar spot melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 25 Maret 2026.
Mata uang Indonesia itu ditutup di level Rp16.911 per dolar Amerika Serikat, terdepresiasi 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi seiring tekanan terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia yang cenderung bergerak melemah terhadap dolar AS.
Baca Juga: Trump Sembunyikan Sosok Calon Pemimpin Baru Iran: Saya Tak Ingin Dia Dibunuh Tekanan ini menunjukkan penguatan greenback di pasar global yang memengaruhi pergerakan mata uang regional.
Sejumlah mata uang Asia turut mengalami pelemahan, antara lain baht Thailand yang terkoreksi paling dalam, diikuti yen Jepang, won Korea Selatan, peso Filipina, serta ringgit Malaysia. Dollar Singapura, yuan China, dan dollar Taiwan juga tercatat melemah dalam kisaran terbatas.
Di tengah tren pelemahan tersebut, beberapa mata uang justru menunjukkan penguatan terbatas, seperti dollar Hong Kong dan rupee India yang masih bergerak stabil terhadap dolar AS.
Pergerakan rupiah yang sejalan dengan mata uang regional mengindikasikan tekanan eksternal masih menjadi faktor dominan dalam menentukan arah nilai tukar, di samping dinamika sentimen pasar global dan kebijakan moneter negara-negara utama.*
(k/dh)