JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada awal perdagangan Rabu, 25 Maret 2026, meski penurunannya masih terbatas.
IHSG tercatat dibuka di level 7.084,62 pada pukul 09.00 WIB.
Tak lama setelah pembukaan, indeks sempat menyentuh level terendah di 7.057,22.
Baca Juga: Geger! Mayat Misterius Ditemukan di Pemakaman Simalungun Namun pada pukul 09.01 WIB, IHSG mulai berbalik arah dan menyisakan penurunan 24,87 poin atau 0,35 persen ke posisi 7.081,96.
Sementara itu, level tertinggi yang dicapai IHSG pada awal sesi perdagangan berada di angka 7.097,4.
Dari sisi aktivitas pasar, nilai transaksi tercatat mencapai Rp2,15 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 3,22 miliar saham dan frekuensi transaksi 129.505 kali.
Sebanyak 191 saham menguat, 312 saham melemah, dan 198 saham stagnan.
Tekanan terhadap IHSG disebut masih dipengaruhi oleh ketidakpastian global, khususnya terkait konflik geopolitik di Timur Tengah.
Analis dari BRI Danareksa Sekuritas menilai kondisi risk-off masih mendominasi pasar.
"Volatilitas harga komoditas seperti emas, minyak, dan gas alam masih tinggi, seiring meningkatnya ketidakpastian global," tulis BRI Danareksa dalam risetnya.
Mereka memproyeksikan IHSG bergerak dalam tekanan dengan kisaran support 6.950–7.000 dan resistance 7.135–7.200.
Senada, analis dari Phintraco Sekuritas menyebut gejolak harga energi global mendorong bank sentral dunia untuk tetap waspada terhadap inflasi.