JAKARTA– Pemerintah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri 2026.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, menyebut cadangan BBM saat ini berada pada kisaran 27 hingga 28 hari.
Pernyataan tersebut disampaikan Yuliot usai melakukan peninjauan di rest area KM 379A Batang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Komitmen Jaga Infrastruktur, Bupati Batu Bara Tinjau Jembatan dan Pintu Air di Desa Air Hitam Ia menegaskan bahwa stok BBM saat ini telah melampaui batas minimal cadangan yang ditetapkan pemerintah.
"Untuk ketersediaan BBM, cadangan minimal sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menjalani mudik Lebaran 2026," ujar Yuliot, Kamis (19/3/2026).
Selain BBM, pemerintah juga memastikan pasokan listrik dalam kondisi terkendali. Sistem kelistrikan nasional memiliki daya mampu mencapai 52 gigawatt dengan beban puncak sekitar 35 persen, sehingga masih tersedia cadangan energi atau risk margin sekitar 48 persen.
Yuliot menegaskan, pemerintah tidak memberlakukan pembatasan pembelian BBM selama periode libur Lebaran. Kebijakan ini berlaku di tingkat pusat maupun daerah agar masyarakat tetap dapat memperoleh BBM sesuai kebutuhan.
Namun, ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia juga meminta masyarakat tetap tertib saat mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
"Kalau ada antrean, mohon bersabar dan jangan sampai terjadi kericuhan. Kami akan melayani secepat mungkin," katanya.
Pemerintah, lanjut Yuliot, terus mengupayakan stabilitas pasokan energi nasional, terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat seperti musim mudik Lebaran.
Ketersediaan energi dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.*
(d/dh)