JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memastikan akan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah selama periode libur panjang Idulfitri 1447 H.
Langkah ini diambil untuk meredam potensi gejolak pasar global yang meningkat akibat eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah.
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menekankan bahwa meskipun pasar keuangan domestik tutup selama libur Lebaran, perdagangan Rupiah di pasar luar negeri tetap aktif dan memerlukan pengawasan ketat.
Baca Juga: Arab Saudi Resmi Rayakan Idul Fitri 1447 H Jumat, 20 Maret 2026 "Sebagai langkah antisipasi terhadap gejolak pasar global yang meningkat akibat konflik Timur Tengah, Bank Indonesia memastikan akan menjaga stabilitas rupiah sepanjang libur Lebaran 2026," ujar Destry, Kamis (19/3/2026).
Destry menjelaskan, dinamika pasar internasional dapat memberikan dampak langsung bagi ketahanan ekonomi nasional saat aktivitas perdagangan domestik kembali dibuka.
Oleh karena itu, BI berkomitmen memperkuat ketahanan eksternal melalui berbagai instrumen kebijakan moneter yang tersedia, termasuk melakukan langkah-langkah penyesuaian secara dinamis bila diperlukan.
"Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter untuk memperkuat ketahanan eksternal dari kemungkinan eskalasi perang Timur Tengah, termasuk menempuh langkah-langkah penyesuaian guna tetap konsisten menjaga stabilitas perekonomian nasional," tambah Destry.
Langkah sigap BI ini menjadi bentuk komitmen untuk menjaga kepercayaan pasar dan memastikan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga meski menghadapi ketidakpastian global yang tinggi selama masa hari raya.*
(oz/dh)