JAKARTA – Menjelang Lebaran 2026, harga pangan mengalami lonjakan signifikan.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) oleh Bank Indonesia, Rabu (18/3/2026) atau H-2 Lebaran, menunjukkan hampir seluruh komoditas mengalami kenaikan.
Bawang merah melonjak 57,97 persen menjadi Rp68.400 per kilogram, sementara bawang putih naik 44,75 persen menjadi Rp57.900 per kilogram.
Baca Juga: Imbas Perang Timur Tengah, BI Bongkar Tekanan Global yang Turunkan Proyeksi Ekonomi Kenaikan harga juga terlihat pada beras, mulai dari kualitas bawah hingga kualitas super, dengan persentase kenaikan mencapai lebih dari 20 persen.
Khusus cabai, kenaikan paling tajam terjadi pada cabai rawit merah yang mencapai Rp131.000 per kilogram, naik 58,02 persen dibanding periode sebelumnya.
Cabai merah besar naik 104,57 persen menjadi Rp91.750 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting naik 86,31 persen menjadi Rp83.000 per kilogram.
Daging ayam ras segar naik 20,82 persen menjadi Rp50.200 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I mencapai Rp168.650 per kilogram dan kualitas II Rp161.150 per kilogram.
Selain itu, gula pasir kualitas premium naik 33,17 persen menjadi Rp26.500 per kilogram, gula lokal naik 16,89 persen menjadi Rp21.800 per kilogram, dan minyak goreng curah naik 12,79 persen menjadi Rp21.600 per liter.
Minyak goreng kemasan bermerek I naik 23,4 persen menjadi Rp27.950 per liter, bermerek II naik 17,7 persen menjadi Rp25.600 per liter. Telur ayam ras segar juga naik 24,2 persen menjadi Rp40.800 per kilogram.
Lonjakan harga pangan ini diperkirakan akan memengaruhi daya beli masyarakat menjelang Idulfitri 2026. Pemerintah terus memantau ketersediaan pasokan dan harga agar stabil.*
(oz/dh)