JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat menembus level 10.000 pada tahun 2026, meskipun pasar saham domestik belakangan melemah akibat dinamika konflik Amerika Serikat dan Iran.
"'To the moon', tetap. 10.000 di akhir tahun masih bisa tercapai," ujar Purbaya dalam wawancara di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.
Purbaya menilai prospek perekonomian Indonesia tetap kuat, terutama dibandingkan dengan negara tetangga maupun anggota G20.
Baca Juga: Sentimen Positif dari Global, IHSG Dibuka Naik ke Level 7.074 Ia menekankan bahwa defisit fiskal yang terkendali dan fondasi ekonomi yang solid menjadi modal utama untuk mencapai pertumbuhan lebih cepat.
Ia mendorong investor memanfaatkan kondisi pasar saat ini untuk melakukan aksi beli pada saham-saham berfundamental kuat.
"Fondasi ekonomi kita bagus. Knowledge tentang menghadapi fluktuasi harga minyak tinggi masih ada. Jadi kita harusnya bisa survive," kata Purbaya.
Pada penutupan perdagangan Senin, 16 Maret 2026, IHSG tercatat melemah 114,92 poin atau 1,61 persen ke posisi 7.022,29, dengan pelemahan sebesar 19,73 persen secara year to date (YTD).
Sembilan sektor melemah, dipimpin sektor properti turun 2,33 persen, sektor energi turun 2,29 persen, dan sektor barang baku turun 1,66 persen. Sedangkan sektor kesehatan dan barang konsumen non primer menguat masing-masing 0,12 persen dan 2,09 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,67 juta kali transaksi dengan total saham diperdagangkan 32,05 miliar lembar senilai Rp15,92 triliun.
Secara regional, bursa Asia bergerak mixed. Indeks Nikkei turun 0,13 persen, Shanghai turun 0,26 persen, Hang Seng menguat 1,45 persen, dan Straits Times naik 0,55 persen.
Purbaya optimistis sentimen positif jangka menengah akan mendorong IHSG kembali ke level tinggi pada akhir tahun.*
(mt/dh)