JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (13/3/2026), seiring mayoritas mata uang Asia lainnya yang turut tertekan.
Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka di Rp16.912 per USD, melemah 19 basis point atau 0,11% dari posisi penutupan sebelumnya.
Sementara itu, indeks dolar AS bergerak turun tipis 0,04% ke posisi 99,7.
Baca Juga: IHSG Melemah di Pembukaan, Saham BMRI dan ANTM Jadi Pendorong Penurunan Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS. Pelemahan terbesar terjadi pada dolar Taiwan (-0,37%), diikuti peso Filipina dan rupee India (-0,14%).
Sementara itu, ringgit Malaysia turun 0,06% dan yuan China melemah 0,03%.
Sebaliknya, yen Jepang dan dolar Singapura menguat masing-masing 0,06%, serta won Korea Selatan dan baht Thailand naik 0,05%.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah diperkirakan bergerak melemah di tengah sentimen global yang masih berfluktuasi akibat perkembangan perang di Timur Tengah.
"Pergerakan rupiah pada hari ini masih berkisar di antara Rp16.850 hingga Rp16.950. Tidak ada data domestik penting hari ini, namun dari AS akan dirilis data PDB revisi kedua, data pekerjaan Jolt, dan survei awal sentimen konsumen AS. Rupiah diperkirakan masih akan dikendalikan oleh sentimen global," jelas Lukman.
Dengan sentimen global yang fluktuatif, investor disarankan memantau perkembangan geopolitik dan data ekonomi AS, yang berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah di pasar spot maupun pasar forward.*
(bi/ad)