MEDAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) akan melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 mulai Mei hingga Agustus mendatang.
Sensus ini menargetkan sekitar dua juta pelaku usaha, mulai dari usaha besar, UMKM, hingga bisnis berbasis online.
Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Sumut Asim Saputra saat temu pers yang difasilitasi Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Lantai 1 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Jumat 13 Maret 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan Asim menegaskan bahwa sensus ini menjadi strategi penting untuk memotret secara riil struktur perekonomian Sumut, termasuk perkembangan ekonomi digital.
Menurutnya, perencanaan ekonomi tidak lagi bisa hanya mengandalkan data dari usaha fisik karena kini banyak bisnis tumbuh melalui platform daring.
"Ada 2 juta pelaku usaha yang akan dicatat dalam sensus. Sekitar 1,5 juta sudah terdata, sedangkan 300-500 ribu lainnya masih belum jelas. Usaha ini ada di rumah-rumah, kafe, maupun sistem daring, dan menjadi sasaran utama Sensus Ekonomi 2026," ujar Asim.
Untuk mendukung kegiatan ini, BPS Sumut menyiapkan sekitar 13.000 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan door to door selama 2,5 bulan, dengan target menyelesaikan seluruh pendataan pada Agustus 2026.
Cakupan usaha yang akan disensus meliputi sektor pertambangan, industri pengolahan, listrik, gas, pengelolaan air dan limbah, konstruksi, perdagangan, transportasi, pergudangan, real estate, kesenian, hiburan, dan sektor lainnya.
Berdasarkan data Sensus Ekonomi 2016, tercatat sebanyak 1.166.198 unit usaha di Sumut.
Dari jumlah itu, 1.153.758 merupakan usaha mikro kecil, sedangkan usaha menengah dan besar sebanyak 13.160 unit.
Total tenaga kerja mencapai 3.219.673 orang, dengan 2.640.639 orang bekerja di usaha mikro kecil dan 579.034 di usaha menengah dan besar.
"Mari kita sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Dengan data yang akurat, kebijakan ekonomi akan tepat sasaran," pungkas Asim.*