JAKARTA – PT Pertamina (Persero) tengah menjajaki kerja sama dengan investor asing untuk memperluas kapasitas penyimpanan minyak mentah di Indonesia.
Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri mengungkap, salah satu calon investor berasal dari India, yakni Essar Group.
Simon mengatakan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sudah bertemu dengan perwakilan Essar Group, yang juga sempat mengunjungi Kilang Plaju di Sumatera Selatan.
Baca Juga: Bantuan INALUM untuk Gereja Terdampak Banjir di Humbang Hasundutan Jadi Harapan Jemaat Kunjungan ini untuk meninjau potensi kerja sama pembangunan storage tambahan.
"Essar Group sedang menjajaki kerja sama, dan kemarin sudah mengunjungi lokasi kilang kami di Plaju. Tentunya untuk melihat potensi pembangunan storage tambahan," ujar Simon di Kantor BPH Migas, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).
Meski begitu, Pertamina tetap membuka pintu bagi investor lain. Langkah ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional, yang saat ini hanya mampu menampung minyak mentah untuk kebutuhan sekitar 23 hari.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pembangunan storage merupakan langkah wajib.
Rencana ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, dan investasi rencananya berasal dari skema campuran dalam dan luar negeri, namun bukan dari Amerika Serikat.
"Kami membuka peluang kerja sama dengan pihak mana pun agar kapasitas storage kita bertambah," kata Simon.
Pemerintah menekankan proyek ini penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menyiapkan infrastruktur strategis yang mendukung pasokan minyak dalam negeri.*
(d/dh)