JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Kamis (12/3/2026) dengan penguatan, menyusul kenaikan saham-saham big caps seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 0,13% atau 9,52 poin ke level 7.398,92 hingga pukul 09.02 WIB.
Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak di kisaran 7.385,54–7.403,02, dengan 205 saham menguat, 221 saham terkoreksi, dan 202 saham stagnan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Anjlok Rp45 Ribu! Kini Rp3,042 Juta per Gram Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp13.248,52 triliun.
Saham AMMN memimpin penguatan big caps dengan kenaikan 1,82% ke Rp5.600 per saham.
TPIA naik 1,32% menjadi Rp5.775, DSSA terapresiasi 1,19%, BBNI naik 1,17%, dan BMRI menguat 1,02%.
Sementara itu, saham yang melemah antara lain PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) turun 1,24% menjadi Rp7.950 dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) terkoreksi 1% ke Rp1.980.
Di luar big caps, saham top gainers tercatat PT Cipta Selera Murni Tbk. (CSMI) melonjak 28,75% ke Rp103, dan PT Ace Oldfields Tbk. (KUAS) naik 17,24% ke Rp102 per saham.
Sebaliknya, top losers hari ini antara lain PT Indospring Tbk. (INDS) turun 12% menjadi Rp550 dan PT Danasupra Erapacific Tbk. (DEFI) terkontraksi 10% ke Rp99 per saham.
Meski dibuka menguat, IHSG berpotensi terkoreksi akibat sentimen global. Fluktuasi harga komoditas energi yang dipicu eskalasi konflik AS–Iran menimbulkan kekhawatiran investor.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai aksi jual bersih investor asing kemarin mencapai Rp730 miliar, menekan beberapa saham big caps seperti BBCA, BBRI, serta saham komoditas BUMI, DEWA, dan TINS.
"IHSG berpotensi kembali melanjutkan koreksi hari ini dengan rentang support di level 7.180–7.300 dan resistance pada 7.450–7.500," ucap Fanny.