JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (10/3/2026) dibuka menguat signifikan.
Pada pukul 09.01 WIB, IHSG tercatat naik 105,67 poin atau 1,44% ke level 7.443.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tercatat 2,23 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,35 triliun, tersebar dalam 111.509 frekuensi transaksi.
Baca Juga: Presiden Prabowo: Meski Geopolitik Dunia Berguncang, Masalah Pangan Kita Aman Sebanyak 424 saham menguat, 96 melemah, dan 136 saham stagnan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas menyebut penguatan IHSG seiring potensi technical rebound yang terjadi setelah harga minyak terkoreksi pasca rencana G7 melepas cadangan minyak strategis, serta beberapa saham yang berada di area support dan oversold.
"Support IHSG berada di 7.200–7.300 dengan resistance di 7.400–7.500. Pasar juga menantikan rilis data Retail Sales Indonesia," tulis riset BRI Danareksa.
Meskipun demikian, tensi geopolitik di Timur Tengah tetap menjadi sorotan, terutama terkait distribusi minyak global.
Hal ini sempat mendorong harga minyak di atas US$100/barel dan memicu kekhawatiran terhadap potensi kenaikan subsidi energi di Indonesia, sementara Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Februari tercatat 125,2.
Saham pilihan BRI Danareksa untuk perdagangan hari ini meliputi BBNI, ITMG, dan LSIP.
Phintraco Sekuritas menambahkan, Wall Street berhasil menguat setelah Presiden Donald Trump menyatakan potensi penyelesaian konflik Iran lebih cepat dari perkiraan.
Turunnya harga minyak mentah pasca pernyataan Trump diproyeksikan menjadi sentimen positif bagi IHSG, dengan saham pilihan UNTR, MAPI, TAPG, LSIP, dan TKIM.
CGS International Sekuritas memaparkan, penguatan IHSG juga didorong oleh kondisi pasar yang jenuh jual, sehingga investor mulai memanfaatkan harga saham murah.