JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan pada perdagangan Senin (9/3/2026), turun 3,27 persen ke level 7.337,369.
Penurunan ini menandai tekanan yang cukup berat di pasar modal Indonesia, di tengah pelemahan hampir semua sektor saham.
IHSG dibuka pada posisi 7.374,311 dan sempat menyentuh level tertinggi 7.403,733 serta terendah 7.156,683 sepanjang perdagangan hari ini. Volume perdagangan tercatat mencapai 46,586 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp23,710 triliun.
Baca Juga: Dolar Melejit, IHSG Anjlok, Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Ekonomi Masih Tumbuh Dari total 817 saham yang diperdagangkan, 708 saham melemah, 68 menguat, dan 41 stagnan.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor saham melemah. Penurunan terbesar terjadi pada sektor transportasi yang ambruk 5,22 persen, diikuti industri dasar turun 4,59 persen, serta properti yang melemah 4,57 persen.
Saham-saham yang mencatat penguatan tertinggi (top gainers) antara lain AMRT, MAPI, BUKA, PGEO, dan ARTO. Sedangkan saham dengan pelemahan terbesar (top losers) adalah NCKL, RAJA, BRIS, BRPT, dan UNVR.
Kondisi ini sejalan dengan pelemahan bursa saham regional Asia. Indeks Nikkei turun 5,20 persen ke 52.728,72; Hang Seng melemah 1,35 persen ke 25.408,46; Shanghai turun 1,43 persen ke 4.065,12; dan Strait Times ambruk 1,97 persen ke 4.752,90.
Pelemahan ini memicu kekhawatiran investor terhadap volatilitas pasar, seiring ketidakpastian ekonomi global dan tekanan saham regional yang turut mempengaruhi bursa domestik.*
(mt/dh)