MEDAN – Direktur PT Miduk Arta, Rajamin Sirait, menenangkan masyarakat terkait ketahanan energi 20 hari. Ia menegaskan, angka tersebut bukan indikasi stok bahan bakar minyak (BBM) habis.
"Ketahanan energi 20 hari bukan berarti stok BBM habis. Jadi saya kira kita tidak perlu panik," ujar Rajamin saat ditemui di Medan, Sabtu (7/3/2026).
Rajamin menjelaskan keterbatasan stok BBM bukan disebabkan ketidakmampuan pemerintah menyediakan pasokan, melainkan kapasitas tangki penyimpanan yang hanya mampu menampung cadangan untuk 20 hari.
Baca Juga: Prabowo Dukung Menteri PU Kejar Kerugian Negara Rp 1 Triliun "Jadi terkait stok BBM 20 hari hendaknya tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat," imbuhnya.
Pemerintah sebelumnya menegaskan bahwa cadangan BBM nasional berada dalam kondisi aman dan bahkan melebihi standar minimal cadangan nasional.
Menurut Rajamin, mekanisme penyimpanan 20 hari sudah diatur untuk menghindari kerugian negara, seperti penyusutan stok akibat penyimpanan jangka panjang dan biaya tinggi.
Meskipun ada kemungkinan kedatangan BBM impor sedikit terlambat, Rajamin meminta pemerintah daerah menyampaikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat.
"Harusnya Pemda meneruskan informasi dari kementerian, sampaikan kepada masyarakat tentang situasi BBM, posisi kapal, dan kondisi cadangan," ujarnya.
Di beberapa titik di Kota Medan, sejumlah SPBU terlihat mengalami antrean panjang. Namun, Rajamin menekankan masyarakat tidak perlu panik karena pasokan akan terus masuk sesuai mekanisme.*
(dh)