MEDAN — Realisasi investasi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Bobby Nasution, Pemprov Sumut menargetkan capaian investasi sebesar Rp100 triliun hingga 2029 sebagai kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen pada tahun yang sama.
Koordinator Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut, Damar Wulan, menyampaikan dalam konferensi pers di Lobby Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (4/3/2026), bahwa realisasi investasi Sumut terus meningkat dari tahun ke tahun.
Baca Juga: Pastikan Stok Pupuk dan Alat Pertanian Siap Pakai, Polres Padangsidimpuan Kawal Ketahanan Pangan "Perkembangan realisasi investasi kita dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, begitu juga dengan penyerapan tenaga kerja," ujar Damar.
Berdasarkan catatan DPMPTSP, realisasi investasi pada 2023 mencapai Rp39 triliun dengan penyerapan 76.230 tenaga kerja.
Tahun 2024 meningkat menjadi Rp48,2 triliun dengan 46.232 tenaga kerja, sementara pada 2025 tercatat Rp58,5 triliun dengan 60.133 tenaga kerja.
Capaian ini melampaui target Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebesar Rp53,67 triliun.
Kabupaten Simalungun menjadi daerah penyumbang investasi terbesar berkat keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangke, diikuti Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, Tapanuli Selatan, dan Langkat.
Dari sisi negara asal investor, Singapura mendominasi sebesar 61 persen, diikuti Belanda, Malaysia, Inggris, dan Tiongkok.
Sektor penyumbang investasi utama meliputi industri kimia dan farmasi, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi, industri makanan, listrik, gas, air, serta jasa lainnya.
Untuk mendukung target Rp100 triliun hingga 2029, DPMPTSP Sumut memperkuat pengawasan terhadap 177 pelaku usaha di 33 kabupaten/kota dan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bagi 200 pelaku usaha per triwulan.
Langkah ini bertujuan memastikan pelaku usaha menengah-besar dan kecil melaporkan realisasi investasi secara daring melalui sistem OSS-RBA dengan benar.