JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam sepanjang perdagangan Senin (2/3/2026), tertekan oleh eskalasi geopolitik setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
IHSG ditutup anjlok 2,65% ke level 8.016,83, menurut data RTI Business.
Pejabat sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan pelemahan tersebut merupakan dampak dari ketidakpastian global.
Baca Juga: Bersaksi di Persidangan Tipikor, Ahok Kaget Kontrak LNG Puluhan Miliar Dolar Tanpa Pembeli Ia mengimbau investor untuk tetap rasional dan memperhatikan fundamental ketika mengambil keputusan investasi.
"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik global, kami menghimbau investor tetap rasional dan menyesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing-masing," kata Jeffrey Hendrik.
Sepekan terakhir, IHSG tercatat melemah 4,52%, sementara koreksi sepanjang 2026 mencapai 7,29%. Pada perdagangan Senin, volume transaksi tercatat 56,60 miliar saham dengan nilai Rp 29,83 triliun, dari total frekuensi 3.652.154 kali.
Sebanyak 671 saham melemah, 108 menguat, dan 41 stagnan.
Eskalasi geopolitik memuncak setelah serangan pada Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, memicu kekhawatiran investor terhadap pasar global.
Pengamat menilai volatilitas pasar kemungkinan berlanjut hingga situasi di Timur Tengah mereda, sehingga strategi jangka panjang dan diversifikasi portofolio menjadi kunci bagi investor.*
(d/dh)