MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyatakan Ramadan Fair telah menjadi bagian dari identitas Kota Medan yang konsisten digelar selama dua dekade terakhir.
Kegiatan tahunan tersebut, kata dia, bahkan telah dialokasikan dalam APBD Kota Medan karena tingginya antusiasme masyarakat.
"Ramadan Fair ini sudah menjadi bagian dari identitas Kota Medan. Setiap tahun selalu dipadati pengunjung, baik menjelang berbuka puasa maupun setelah salat tarawih," ujar Rico saat wawancara bersama Kompas TV> di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: Gubernur Koster Saksikan Pagelaran Seni dan UMKM, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Bali Menurut Rico, Ramadan Fair ke-20 tahun ini melibatkan sekitar 150 tenan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Para pelaku UMKM tersebut telah melalui proses kurasi oleh Pemerintah Kota Medan untuk memastikan kualitas produk yang ditawarkan kepada pengunjung.
Ia menilai kehadiran UMKM dalam Ramadan Fair menjadi bagian dari stimulus ekonomi daerah.
Momentum Ramadan, kata dia, membuka peluang peningkatan transaksi sekaligus memperluas promosi produk lokal.
"Potensi ekonomi UMKM sangat besar, terutama dalam momentum seperti Ramadan Fair. Ini menjadi ruang promosi sekaligus penguatan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Ramadan Fair kembali digelar di kawasan sekitar Masjid Raya Al Mashun, lokasi yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Karena menggunakan sebagian badan jalan di samping masjid, Dinas Perhubungan menyiapkan rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Rico menyebut masyarakat umumnya telah memahami adanya pengalihan arus selama kegiatan berlangsung. Pemerintah Kota Medan berharap Ramadan Fair tidak hanya menjadi ruang silaturahmi warga, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal selama bulan suci.*
(dh)