JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis pagi (26/2/2026) dibuka menguat ke 8.322,91, seiring penguatan saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pergerakan indeks yang cenderung stabil ini menandai optimisme investor meski tekanan jenuh beli mulai terlihat.
Berdasarkan data BEI hingga pukul 09.02 WIB, IHSG naik tipis 0,01% atau 0,68 poin.
Baca Juga: Update Harga Emas Antam 26 Februari 2026: Naik Rp 16 Ribu per Gram Sepanjang sesi pembukaan, indeks bergerak pada level terendah 8.314,48 dan sempat mencapai posisi tertinggi 8.358,95.
Dari total saham yang diperdagangkan, 263 saham menguat, 174 terkoreksi, dan 224 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.943,85 triliun.
Saham big caps yang mencatat penguatan di antaranya PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) naik 1,37% ke Rp7.400, PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menguat 1,08% ke Rp7.000, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI) naik 0,76% ke Rp9.975, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) meningkat 0,47% menjadi Rp5.325 per saham.
Di sisi lain, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) melemah 1,94% ke Rp3.530, sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) turun 0,81% ke Rp83.025 per saham.
Saham top gainers pagi ini dipimpin PT Sunson Textile Manufacture Tbk. (SSTM) yang melesat 14,29% ke Rp1.080 dan PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk. (DIVA) naik 13,50% ke Rp185 per saham.
Sedangkan saham top losers diisi PT Indospring Tbk. (INDS) turun 14,95% menjadi Rp1.280 dan PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk. (ELPI) turun 9,40% ke Rp2.120.
Analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menilai secara teknikal IHSG masih mampu bertahan di atas MA5 dan MA20.
"Indikator Stochastic RSI berada pada area overbought, dengan MACD mulai menunjukkan penyempitan pada slope positif. Potensi konsolidasi indeks masih terbuka," jelasnya.
Penguatan IHSG pada perdagangan kemarin ditopang rebound Wall Street dan apresiasi indeks bursa Asia.