JAKARTA - Harga cabai rawit merah masih menunjukkan lonjakan tajam di awal 2026, bertahan jauh di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Berdasarkan Panel Harga Nasional Badan Pangan Nasional (Bapanas) pukul 08.45 WIB, harga rata-rata nasional tercatat Rp73.398 per kilogram, atau melonjak 30,71% dari batas atas HAP sebesar Rp57.000 per kilogram.
Kenaikan harga lebih ekstrem terjadi di sejumlah daerah.
Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Tipis ke Rp 3,028 Juta per Gram, Buyback Rp 2,813 Juta Di DKI Jakarta, cabai rawit merah dijual hingga Rp120.000 per kilogram, sementara di Banten mencapai Rp100.000/kg dan Jawa Barat Rp96.400/kg.
Lonjakan ini terjadi meski pemerintah telah melakukan intervensi pasar di Pasar Induk Kramat Jati, dengan harga cabai rawit merah dijual Rp55.000/kg pekan lalu.
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan bahwa pasokan cabai berasal dari Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat.
"Hari ini pasokan dari Magelang, Jawa Tengah sekitar 980 kilogram, besok akan datang dari Bandung, Sumedang, dan Cianjur," kata Agung.
Kebijakan ini dirancang agar harga di tingkat konsumen stabil dan petani tetap memperoleh margin wajar.
Pemerintah menargetkan harga maksimal konsumen mencapai Rp65.000/kg, dengan harga petani Rp50.000/kg dan di Pasar Induk Kramat Jati Rp56.000/kg.
Kenaikan cabai rawit merah kontras dengan komoditas lain. Harga cabai merah keriting tercatat Rp43.300/kg, lebih rendah 21,27% dari batas atas HAP Rp55.000/kg.
Mayoritas komoditas pangan lain masih berada dalam kisaran HAP pemerintah:- Beras premium Rp15.412/kg, turun 2,46% dari HET.- Beras medium Rp13.197/kg, turun 14,86% dari HET.- Bawang merah Rp39.789/kg, turun 4,12% dari HAP.- Daging sapi murni Rp138.369/kg, turun 1,17% dari HAP.- Daging ayam ras Rp40.299/kg, naik 0,75% dari HAP.- Telur ayam ras Rp30.974/kg, naik 3,25% dari HAP.- Minyakita Rp16.690/liter, naik 6,31% dari HET.- Gula konsumsi Rp18.035/kg, turun 2,51% dari HAP.
Kondisi ini menunjukkan bahwa cabai rawit merah menjadi komoditas paling volatil, sementara sebagian besar kebutuhan pokok relatif stabil.