JAKARTA – Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sebanyak 63,8 persen responden menyoroti tingginya angka pengangguran, mahalnya harga kebutuhan pokok, dan upah pekerja yang dianggap masih membebani masyarakat.
"Ini jadi PR pemerintah, terutama mencari akses pekerjaan karena masih banyak pengangguran," ujar Direktur Indekstat, Ali Mahmudin, dalam rilis daring, Sabtu (21/2/2026).
Baca Juga: Survei Indekstat: 95% Publik Rasakan Manfaat Program MBG Prabowo-Gibran Survei dilakukan terhadap 1.200 responden berusia minimal 17 tahun di seluruh Indonesia secara tatap muka antara 11–25 Januari 2026, dengan margin error 2,9 persen.
Ali menjelaskan, selain pengangguran dan harga kebutuhan pokok, masyarakat juga mengeluhkan:- Kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi- Rendahnya upah pekerja- Tingginya pajak- Kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan jalan tani
Sementara itu, isu sosial, keamanan, dan lingkungan menjadi prioritas bagi 10,8 persen responden, diikuti permasalahan politik dan hukum juga sebesar 10,8 persen.
Bidang pendidikan menjadi perhatian 5,3 persen responden, pertanian 3,2 persen, dan kategori lain 1 persen.
Ali menambahkan, sebagian besar permasalahan ini masih menjadi PR yang sama sejak era pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin, termasuk pengangguran, kontrol harga BBM dan sembako, ekonomi dan kemiskinan, serta penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
"Yang baru di era Prabowo-Gibran adalah permasalahan terkait kurang meratanya bantuan sosial," ungkap Ali.
Hasil survei ini menegaskan bahwa publik menaruh perhatian besar pada isu ekonomi, menuntut pemerintah bergerak cepat demi stabilitas harga, penciptaan lapangan kerja, dan kesejahteraan masyarakat.*
(tt/ad)