TAPANULI UTARA – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara melalui Perseroda Pertanian menggelar pertemuan koordinasi dengan 37 kelompok tani dari empat desa di Kecamatan Siatas Barita, Kamis (19/2/2026).
Pertemuan digelar di Jalan Raja Johannes, Tarutung, sebagai bagian dari sosialisasi, pengawasan, dan monitoring penyaluran pupuk bersubsidi.
Direktur Perseroda Pertanian, Bangkit Silaban SE., M.Si, menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi yang berlaku: NPK Phonska Rp92.000 per zak, Urea Rp90.000 per zak, dan Petroganik Rp25.600 per zak.
Baca Juga: Satgas Saber Pangan Bali Gelar Sidak, Harga Bapokting Tetap Sesuai HET Biaya angkut tambahan ke lokasi kelompok tani disepakati bersama PPTS/Kios.
"Apabila pupuk diambil langsung oleh kelompok tani atau petani yang terdaftar dalam e-RDKK, tidak ada biaya angkut," ujar Bangkit. Dia menambahkan, stok pupuk di gudang saat ini masih mencukupi dan siap melayani kebutuhan kelompok tani.
Pertemuan tersebut turut dihadiri Koordinator Penyuluh Lapangan (PLL) Kecamatan Tarutung dan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari desa dan kecamatan.
Dalam diskusi, semua pihak menegaskan tidak ada kendala terkait harga maupun ketersediaan pupuk bersubsidi.
Selain itu, pertemuan membahas perubahan pola tanam dari Musim Tanam I (MT1) ke Musim Tanam II (MT2), yakni dari padi sawah ke jagung, dengan sebagian kecil lahan ditanami cabai. Komoditas lain seperti nenas, kopi, dan kemenyan juga tetap dikembangkan.
Perseroda Pertanian dan kelompok tani saat ini masih melakukan penjajakan suplai komoditas hortikultura untuk SPPG, termasuk pengaturan pola tanam untuk memastikan ketersediaan dan besaran pasokan hasil panen di masa mendatang.*
(dh)