JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu pagi di zona hijau usai libur panjang Imlek 2026.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat di posisi 8.235,808, menandai reli awal yang optimistis di pasar saham domestik.
Mengacu pada data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG langsung menguat 80,769 poin atau setara 0,98 persen ke level 8.293,040, dengan posisi tertinggi sementara di 8.299,602 dan terendah di 8.227,450.
Baca Juga: IHSG Diprediksi Menguat, Investor Tunggu BI Rate dan Sentimen Komoditas Dari total 719 saham yang diperdagangkan, 349 saham menguat, 217 melemah, dan 153 stagnan.
Total transaksi pagi ini tercatat sebesar Rp4,145 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 8,498 miliar saham, sementara kapitalisasi pasar menyentuh Rp15.066,702 triliun.
IHSG Diprediksi Bergerak Sideways
Riset harian Samuel Sekuritas mencatat, pasar Amerika Serikat pada Selasa (17/2/2026) ditutup menguat.
Indeks Dow Jones naik 0,07 persen, S&P 500 menguat 0,10 persen, dan Nasdaq meningkat 0,14 persen, meski volatilitas masih tinggi akibat kekhawatiran investor terhadap pengaruh AI.
Sebaliknya, pasar Asia pada Jumat lalu (13/2/2026) mengalami koreksi. Indeks Hang Seng turun 1,72 persen, Nikkei melemah 1,21 persen, dan Shanghai turun 1,26 persen. IHSG pada sesi sebelumnya sempat anjlok 0,64 persen ke level 8.212,27, dengan aksi jual bersih asing mencapai Rp2,02 triliun.
Di perdagangan Rabu pagi, indeks Nikkei juga tercatat menguat 0,92 persen. Menghadapi kondisi pasar yang beragam, Samuel Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak sideways, menyeimbangkan sentimen dari pasar domestik dan regional.
"IHSG kemungkinan akan bergerak sideways di tengah sentimen yang beragam dari pasar domestik maupun regional," sebut analis Samuel Sekuritas dalam risetnya.*
(mt/dh)