JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Rabu (18/2/2026) setelah libur panjang.
Data perdagangan RTI Business mencatat IHSG melemah 0,64% ke level 8.212,27 pada penutupan Jumat lalu, tetapi secara kumulatif sepanjang pekan meningkat 3,49%.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memproyeksikan IHSG akan bergerak dengan support di 8.132 dan resistance di 8.265.
Baca Juga: Update Harga Pangan Nasional: Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Naik, Bawang dan Minyak Goreng Stabil Penguatan indeks diperkirakan dipengaruhi ketetapan suku bunga acuan Bank Indonesia yang akan diumumkan Kamis (19/2), serta naiknya harga komoditas global.
"Investor kemungkinan menanti pengumuman BI rate, sementara pergerakan harga komoditas tetap menjadi sentimen penguatan IHSG," ujar Herditya.
Pengamat Pasar Modal, Reydi Octa, menambahkan, IHSG masih berpotensi terkoreksi jelang pertemuan AS-Iran di Jenewa, meski dampaknya terbatas.
Sentimen positif lain datang dari reformasi pasar modal yang digalakkan OJK dan Bursa Efek Indonesia, yang menjadi penopang penguatan indeks.
Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai IHSG tetap prospektif untuk jangka panjang, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri. "
Pelemahan IHSG pada Februari bisa dijadikan momentum untuk mencermati saham-saham berfundamental solid," katanya.*
(d/dh)