KALTIM — PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field mengawali tahun 2026 dengan capaian kinerja di atas target.
Hingga akhir Januari 2026, realisasi produksi mencapai 104,02 persen dibandingkan target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Senior Manager PEP Sangasanga Field, Sigid Setiawan, mengatakan keberhasilan ini menunjukkan tren positif yang telah dibangun sepanjang 2025 tetap terjaga, meski lapangan tersebut tergolong brown field atau lapangan tua dengan tantangan penurunan produksi alamiah.
Baca Juga: Dituntut 18 Tahun Penjara dan Ganti Rugi Rp13,4 Triliun, Putra Saudagar Minyak Riza Chalid: Saya Harap Presiden Prabowo Lihat Kasus Secara Objektif "Melalui implementasi inovasi dan teknologi tepat guna, kami mampu menjaga bahkan meningkatkan produksi," ujar Sigid dalam keterangan tertulisnya.
Per 31 Januari 2026, akumulasi produksi minyak tercatat sebesar 5.257 barel per hari (bph).
Angka tersebut sempat meningkat hingga 5.875 bph setelah sumur pengembangan NKL-1183 berhasil dibor dan memberikan tambahan produksi sekitar 420 bph.
Kinerja ini melanjutkan capaian tahun 2025, ketika produksi minyak naik 10 persen dan gas bumi meningkat 11,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain minyak, realisasi penjualan gas juga mencatatkan performa positif.
Volume penjualan mencapai 5,44 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd) atau setara 108,8 persen dari target Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG).
Keberhasilan tersebut turut ditopang optimalisasi sistem kelistrikan di wilayah Selatan Mahakam melalui penggunaan Gas Engine Genset (GEG).
Sistem ini dinilai efektif mengurangi frekuensi gangguan pemadaman otomatis (blackout) yang sebelumnya kerap menghambat operasional.
Sebagai bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan, PEP Sangasanga Field menyatakan komitmennya untuk terus menjalankan operasi hulu migas yang andal dan ramah lingkungan berbasis prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).