JAKARTA — Pemerintah menyiapkan stimulus transportasi senilai Rp911,16 miliar untuk mendukung mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri 1447 H / Lebaran 2026.
Anggaran ini diberikan untuk diskon tarif berbagai moda transportasi, dengan tujuan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memfasilitasi arus mudik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan kebijakan ini terinspirasi dari keberhasilan program serupa sebelumnya, yang berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 hingga 5,39 persen.
Baca Juga: Istana Terima Undangan Board of Peace AS, Kehadiran Presiden Prabowo Masih Ditunggu untuk Penandatanganan Kesepakatan Dagang Total anggaran berasal dari kombinasi APBN dan sumber non-APBN.
Skema stimulus transportasi:
1. Kereta Api: Diskon tiket 30 persen untuk periode 14–29 Maret 2026, ditargetkan menjangkau 1,2 juta penumpang.
2. Pesawat: Diskon 17–18 persen untuk tiket kelas ekonomi penerbangan domestik, dengan target 3,3 juta penumpang.
3. Penyeberangan ASDP: Bebas biaya jasa kepelabuhanan 100 persen pada periode 12–31 Maret 2026, menargetkan 2,4 juta penumpang dan hampir 1 juta kendaraan.
4. Kapal PT PELNI: Diskon 30 persen dari tarif dasar mulai 11 Maret hingga 5 April 2026, menargetkan 445.000 penumpang.
Airlangga menekankan, program ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional di kuartal I 2026.
"Stimulus ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, sekaligus mendorong sektor transportasi agar tetap efisien dan terjangkau," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.*
(in/dh)