WAY KANAN – Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Tim Satuan Tugas SABER (Sapu Bersih Pelanggaran Pangan) melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di Pasar Pantauan SP2KP Baradatu, Jumat (6/2).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pelaksana Satgas SABER, yang melibatkan Kanit Reskrim Way Kanan, Tim Bappenas, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Perindag, Dinas Pertanian, serta Bulog Sub Drive Lampung Utara.
Baca Juga: Satgas Pangan Polda Bali Sidak Harga 14 Bapoting Jelang Idul Fitri, Pedagang Diberi Teguran karena Harga Gula Melampaui HET Pemantauan bertujuan menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta mengantisipasi potensi pelanggaran terkait harga, mutu, dan keamanan bahan pangan.
Tim memeriksa sejumlah komoditas pokok dan strategis, antara lain beras medium, beras SPHP, minyak goreng Premium dan KITA, gula, cabai, bawang, telur, serta kebutuhan pokok lainnya.
Selain inspeksi, tim juga berdialog langsung dengan pedagang dan pembeli untuk mendapatkan gambaran kondisi pasar dan dinamika harga di lapangan.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa secara umum ketersediaan bahan pangan di Pasar Baradatu aman, dengan harga relatif stabil.
Beberapa komoditas bahkan berada di bawah harga acuan (HET/HAP).
Berikut catatan harga per 6 Februari 2026:- Beras Medium: Rp12.650/kg- Beras Premium: Rp14.700/kg- Jagung Pipilan: Rp7.000/kg- Kedelai: Rp10.000/kg- Bawang Merah: Rp38.000/kg- Bawang Putih: Rp30.000/kg- Telur Ayam: Rp29.667/kg- Daging Ayam: Rp29.300/kg- Daging Sapi: Rp130.000/kg- Gula Pasir: Rp17.600/kg- Minyak Goreng KITA: Rp15.700/liter
Ketua Tim SABER menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas harga dan kualitas pangan.
Pemantauan pasar dianggap langkah strategis untuk melindungi daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tersedia dengan aman dan nyaman.
Secara umum, pasokan bahan pangan aman dan harga terkendali.