MEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara (Sumut) mencatat tren positif dalam pemerataan ekonomi wilayah ini.
Hingga September 2025, Gini Ratio Sumut tercatat mengalami penurunan dan kini berada di bawah rata-rata nasional, menunjukkan distribusi pendapatan yang lebih merata dibanding provinsi lain.
Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, mengatakan Gini Ratio pada September 2025 tercatat 0,305, menurun 0,019 poin dari periode sebelumnya.
Baca Juga: PKB Sumut Dorong Kepala Daerah Dipilih DPRD, Klaim Bisa Tekan Biaya Politik Besar Dengan angka ini, Sumut menempati posisi kesembilan terendah secara nasional, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 0,363.
"Ketimpangan di perkotaan memang masih lebih tinggi dibanding perdesaan, tetapi secara keseluruhan tren pemerataan terus membaik," ujar Asim, Jumat (6/2/2026).
Selain Gini Ratio, BPS juga menilai ketimpangan ekonomi menggunakan standar Bank Dunia, yakni persentase pengeluaran kelompok 40 persen terbawah.
Berdasarkan metode ini, Sumut masuk kategori ketimpangan rendah, dengan kelompok 40 persen terbawah berkontribusi 23,88 persen terhadap total pengeluaran.
Di tingkat perdesaan, kontribusi kelompok ini bahkan mencapai 26,03 persen, lebih tinggi dari perkotaan sebesar 22,93 persen.
Asim menambahkan, peningkatan kontribusi kelompok bawah menandakan program pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial berjalan efektif, sehingga pertumbuhan ekonomi Sumut mulai dirasakan masyarakat luas.
"Data ini menunjukkan ekonomi Sumut tidak hanya tumbuh, tetapi manfaatnya mulai terasa di lapisan masyarakat menengah ke bawah," kata Asim.*
(mi/dh)