JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini menguat terhadap rupiah.
Data Bloomberg menunjukkan, Kamis (5/2/2026), dolar AS berada pada level Rp 16.812, naik 35 poin atau 0,21% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Penguatan dolar AS pagi ini tercermin dari pergerakannya terhadap sejumlah mata uang global lain.
Baca Juga: Terima Rp 160 Juta Sejak 2015, Penjual Tanah di Perean Diduga Menghilang Tanpa Jejak Dolar menguat 0,4% terhadap yen Jepang, 0,48% terhadap dolar Australia, serta 0,09% terhadap euro.
Sementara itu, penguatan terhadap pound sterling dan yuan China masing-masing mencapai 0,16% dan 0,07%, sementara terhadap dolar Singapura naik 0,08%.
Analis pasar mengatakan, penguatan dolar AS sebagian besar dipengaruhi oleh sentimen pasar global yang menantikan data ekonomi AS terbaru, termasuk laporan inflasi dan ketenagakerjaan.
"Dolar AS tetap menjadi safe haven bagi investor, terutama saat ada ketidakpastian ekonomi global," kata seorang analis valuta asing, yang enggan disebut namanya.
Meski penguatan ini masih tipis, rupiah mulai menunjukkan tekanan, sehingga investor dan pelaku pasar diminta waspada terhadap volatilitas mata uang pada perdagangan hari ini.
Dengan pergerakan pagi ini, nilai tukar rupiah menghadapi tantangan untuk bertahan di bawah level psikologis Rp 17.000 per dolar AS, sementara pasar menanti arah kebijakan moneter Bank Indonesia dan data ekonomi domestik terbaru.*
(d/dh)