JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28-29 Januari lalu bukanlah tanda kehancuran pasar modal, melainkan reaksi sementara dari para investor yang khawatir terhadap kondisi ekonomi.
"Ini bukan kehancuran pasar, melainkan hanya kegelisahan sesaat. Begitu investor menyadari saya masih menjabat, pasar akan pulih dengan kuat," ujar Purbaya dalam Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (3/2/2026).
IHSG sempat tertekan di level 7.888,77 pada pembukaan perdagangan, namun berakhir menguat 2,52 persen ke level 8.122,59.
Baca Juga: Bareskrim Geledah PT Shinhan Sekuritas, Terkait Kasus Dugaan Saham Gorengan Pelemahan ini dipicu laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mempertimbangkan penurunan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market, serta pengunduran diri beberapa pejabat BEI dan OJK.
Purbaya menekankan bahwa pemerintah tengah memperbaiki transparansi bursa, memperkuat likuiditas, serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan fiskal, moneter, dan sektor swasta.
Menurutnya, langkah-langkah ini akan memulihkan kepercayaan investor dan memperbaiki iklim investasi di Indonesia.
"Ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah yang benar. Saya yakin satu tahun ke depan, Indonesia akan menjadi tempat yang lebih baik untuk berinvestasi. Jangan ragu untuk tetap menanam modal di sini," kata Purbaya.*
(d/dh)