JAKARTA – Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) kembali tertekan pada perdagangan Sabtu (31/1/2026).
Emas Antam ukuran 1 gram dijual seharga Rp 2.860.000, turun Rp 260.000 dari harga kemarin.
Sementara harga pembelian kembali (buyback) berada di Rp 2.654.000 per gram, melemah Rp 285.000 dibandingkan sehari sebelumnya.
Baca Juga: Bapanas Catat Penurunan Harga Pangan, Stok Aman Jelang Ramadan Penurunan ini sejalan dengan anjloknya harga emas dunia di pasar spot, yang kemarin tercatat turun 9,11% ke US$ 4.887,1 per troy ons, terendah sejak 21 Januari lalu.
Dalam perdagangan intraday, harga emas dunia bahkan sempat ambrol lebih dari 12%.
Kejatuhan harga emas terjadi setelah delapan hari sebelumnya mengalami kenaikan beruntun hampir 18% dan sempat menyentuh rekor intraday tertinggi di atas US$ 5.500 per troy ons pada 28 Januari.
Lonjakan harga emas memicu aksi ambil untung besar-besaran oleh investor, sehingga harga kembali terbanting.
Selain itu, perkembangan di Amerika Serikat menjadi sentimen negatif bagi logam mulia.
Presiden Donald Trump mengumumkan Kevin Warsh sebagai calon Gubernur Bank Sentral Federal Reserve menggantikan Jerome "Jay" Powell.
Warsh dikenal bersikap agresif menekan inflasi, sehingga pasar memperkirakan suku bunga acuan akan sulit turun dalam waktu dekat.
Emas yang termasuk aset non-yielding atau tidak menghasilkan imbal hasil, menjadi kurang menarik saat suku bunga diperkirakan tetap tinggi.
Aksi rebalancing pasar pasca-lonjakan harga emas sebelumnya juga turut memperkuat tekanan jual, membuat harga emas Antam turun signifikan.