JAKARTA – Mundurnya Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar hingga Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) memicu perhatian publik dan pelaku pasar.
Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Hanif Dhakiri menekankan bahwa mundurnya pejabat bukan solusi utama terhadap gejolak pasar.
"Yang jauh lebih penting adalah memastikan kepercayaan investor tidak semakin tergerus," kata Hanif saat dihubungi, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga: Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Bobby Nasution Pastikan Stok Pangan Sumut Aman dan Surplus Semua Komoditas Pokok Hanif menambahkan bahwa penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bukan semata akibat persoalan teknis pasar.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan kombinasi sentimen global dan kegelisahan domestik.
Faktor-faktor tersebut meliputi tekanan eksternal, ketidakpastian kebijakan, serta persepsi publik terhadap tata kelola pasar modal.
Dalam situasi seperti ini, Hanif menekankan perlunya kepemimpinan yang tenang, transparan, dan meyakinkan, bukan kepanikan.
Komisi XI menilai pemerintah perlu segera melakukan tiga langkah strategis:
1. Memberikan sinyal kebijakan yang konsisten dan kredibel, khususnya terkait stabilitas fiskal dan pasar keuangan.
2. Memperkuat koordinasi antara OJK, Bank Indonesia, dan Kementerian Keuangan, agar respons terhadap gejolak pasar berjalan secara terpadu.
3. Menjaga kepercayaan investor melalui komunikasi publik yang jujur dan terukur, tanpa saling menyalahkan pihak lain.
Hanif menegaskan, pasar tidak takut pada koreksi, tetapi sangat sensitif terhadap ketidakpastian.