JAKARTA – Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mengalami penurunan pada perdagangan Jumat (30/1/2026).
Emas Antam kini dibanderol Rp 3.120.000 per gram, melemah Rp 48.000 dibanding posisi sehari sebelumnya.
Sementara itu, harga pembelian kembali (buyback) emas Antam berada di Rp 2.939.000 per gram, turun Rp 50.000 dari perdagangan kemarin.
Baca Juga: Komisi XIII DPR RI Tinjau Ditjenpas Sumut, Fokus Perkuat SDM dan Keamanan Lapas Penurunan ini terjadi meski harga emas dunia justru menguat dan mencatat rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.
Daftar harga emas Antam terbaru (30 Januari 2026):0,5 gr : Rp 1.610.0001 gr: Rp 3.120.0002 gr: Rp 6.180.0003 gr: Rp 9.245.0005 gr: Rp 15.375.00010 gr: Rp 30.695.00025 gr: Rp 76.612.00050 gr: Rp 153.145.000100 gr: Rp 306.212.000250 gr: Rp 765.265.000500 gr: Rp 1.530.320.0001000 gr: Rp 3.060.600.000
Kasi Humas PT Antam, Budi Santoso, menyebutkan bahwa penurunan harga ini lebih dipengaruhi oleh strategi perdagangan internal dan penyesuaian harga harian, meski harga emas dunia terus menguat.
Di pasar spot global, harga emas sempat ditutup di level US$ 5.439,8 per troy ons, naik 0,37 persen dari hari sebelumnya.
Dalam perdagangan intraday, harga emas dunia bahkan sempat menembus US$ 5.500 per troy ons.
Sepanjang sepekan terakhir, harga emas dunia tercatat naik 8,82 persen secara point-to-point, sementara sejak awal tahun 2026 (year-to-date), kenaikan mencapai 25,64 persen.
Lonjakan harga emas dunia didorong oleh ketegangan geopolitik di Amerika Serikat (AS), termasuk ancaman Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran dan potensi tarif bea masuk terhadap negara pemasok minyak ke Kuba.
Selain itu, pengumuman calon Gubernur Bank Sentral Federal Reserve yang baru juga memengaruhi sentimen investor.
Emas tetap menjadi pilihan aset aman bagi investor yang ingin melindungi portofolio dari risiko gejolak ekonomi dan politik.