JAKARTA - Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) mencetak rekor baru pada perdagangan hari ini.
Kamis (29/1/2026), emas Antam dijual Rp3.168.000 per gram, naik Rp165.000 dari posisi sebelumnya.
Kenaikan ini mengikuti tren positif harga emas dunia.
Baca Juga: Harga Cabai Merah Besar Turun 13%, Minyak Goreng dan Beras Ikut Melemah: Simak Daftarnya! Pada perdagangan kemarin, harga emas spot dunia menembus US$5.419,8 per troy ons, melonjak 4,61% dari hari sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Lonjakan harga emas global dipicu ekspektasi pasar terkait masa depan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Gubernur Bank Sentral AS, Jerome "Jay" Powell, diperkirakan tidak lama lagi akan mengakhiri masa jabatannya.
Penggantinya diprediksi akan lebih dovish, mendukung kebijakan moneter longgar yang cenderung menguntungkan aset non-yielding seperti emas.
Dini hari tadi, Federal Open Market Committee (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50–3,75%.
Namun pasar telah menatap era pasca-Powell, yang diyakini akan mendorong tren kenaikan harga emas sepanjang tahun ini.
"Pelaku pasar sudah melihat era selepas Powell. Gubernur berikutnya mungkin akan jauh lebih dovish. Siapa yang menjadi gubernur akan sangat menentukan gerak harga emas tahun ini," ujar Bart Melek, Global Head of Commodity Strategy di TD Securities, dikutip Bloomberg.
Selain itu, risiko geopolitik dan ekspektasi investor terhadap suku bunga rendah semakin mendorong alokasi dana ke emas, khususnya oleh investor ritel.
Menurut Suki Cooper, Global Head of Commodity Research Standard Chartered Plc, tren harga emas masih positif meski ada potensi koreksi jangka pendek.