JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke posisi Rp16.775 pada Kamis (29/1/2026), seiring greenback yang juga mengalami kontraksi.
Data Bloomberg pukul 09.05 WIB mencatat rupiah turun 53 poin atau 0,32% dibandingkan penutupan sebelumnya. Sementara itu, indeks dolar AS melemah 0,18% ke level 96,27.
Mayoritas mata uang Asia juga tercatat melemah, dengan rupee India turun 0,07%, yuan China 0,02%, peso Filipina 0,18%, dan ringgit Malaysia 0,29%.
Baca Juga: IHSG Jatuh Tajam 5,09% Terdampak Pembekuan Rebalancing MSCI, Investor Diminta “Wait and See” Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan ditutup menguat di rentang Rp16.670–Rp16.730 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
Menurutnya, sentimen domestik menjadi faktor utama penguatan, seiring respons positif pasar terhadap langkah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang melanjutkan empat program stimulus strategis pada 2026.
Stimulus tersebut meliputi:- PPh Final 0,5% untuk UMKM hingga 2029- PPh 21 Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk sektor pariwisata dan industri padat karya- Diskon iuran JKK dan JKM bagi peserta Bukan Penerima Upah
Hingga akhir 2025, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dinilai berhasil menjalankan peran sebagai shock absorber di tengah gejolak global.
Meskipun defisit tercatat Rp695,1 triliun atau 2,92% terhadap PDB, alokasi belanja negara fokus pada program yang berdampak langsung ke masyarakat, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan pembinaan Koperasi Unit Desa (KUD).
Kepercayaan investor terhadap tata kelola fiskal tercermin dari penurunan yield SBN tenor 10 tahun ke level 6,41%, turun signifikan dari posisi akhir 2024 yang sempat melampaui 7%.
Dari sisi eksternal, indeks dolar AS dibayangi retorika perdagangan agresif Presiden AS Donald Trump.
Ancaman pengenaan tarif 25% terhadap barang-barang dari Korea Selatan serta kekhawatiran penutupan pemerintahan AS kembali menimbulkan tekanan di pasar global.
Di tengah kondisi ini, logam mulia terus menarik aliran safe haven.