JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka ambruk 6,69% atau turun 600,82 poin ke level 8.379,41 pada perdagangan Rabu (28/1/2026).
Penurunan ini dipicu oleh pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait kebijakan sementara atau interim pada free float saham Indonesia.
Melansir data IDX Mobile pukul 09.01 WIB, dari 958 saham yang tercatat, sebanyak 521 saham dibuka melemah, 379 stabil, dan hanya 58 saham yang menguat.
Baca Juga: Update Harga Pangan 28 Januari: Minyak Goreng dan Daging Turun, Telur Masih Naik Tipis Beberapa saham berkapitalisasi pasar besar yang tertekan di zona merah antara lain:- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN): turun 14,74% ke Rp6.650- PT Astra International Tbk. (ASII): turun 1,98% ke Rp6.175- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): turun 5,33% ke Rp7.100- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI): turun 2,44% ke Rp4.390- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): turun 4,19% ke Rp3.660- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): turun 2,91% ke Rp4.670
Tim riset Phintraco Sekuritas menilai, keputusan interim MSCI dapat menciptakan tekanan sentimen jangka pendek bagi saham-saham big caps Indonesia yang bergantung pada aliran dana global.
MSCI mengumumkan kebijakan sementara yang mencakup:- Tidak menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham (Number of Shares/NOS) dalam indeks- Tidak menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Index (IMI)- Tidak menaikkan klasifikasi saham dari Small Cap ke Standard atau segmen ukuran lebih tinggi
Langkah ini diambil karena MSCI menilai transparansi struktur kepemilikan saham Indonesia masih belum memadai, terutama jika hanya mengacu pada data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
MSCI memberi waktu hingga Mei 2026 bagi otoritas pasar untuk melakukan perbaikan signifikan.
Jika tidak ada kemajuan, Indonesia berpotensi mengalami penurunan bobot di MSCI Emerging Markets Index, atau bahkan reklasifikasi menjadi Frontier Market.
Secara teknikal, menurut Samuel Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak sideways dengan level resistance 9.050 dan support 8.850.
Indikator Stochastic RSI berada di area oversold dengan potensi Golden Cross, meski histogram negatif MACD semakin melebar.
"IHSG ditutup di bawah MA5, namun masih bertahan di atas MA20. Secara keseluruhan, pergerakan diprediksi sideways pada kisaran 8.850-9.050," jelas pihak Samuel Sekuritas.