DENPASAR, BALI – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali kembali menunjukkan dukungan nyata terhadap Industri Kecil dan Menengah (IKM) lokal melalui gelaran perdana Dekranasda Bali Fashion Day (DBFD) 2026.
Acara yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin (26/1) malam, berhasil mencatat transaksi penjualan produk IKM "Bali Bangkit" lebih dari Rp255 juta dalam satu kali pelaksanaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Dekranasda Bali menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif dari Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, untuk meningkatkan omzet pameran IKM.
Baca Juga: Bongkar Jaringan Narkoba Bekasi, Polres Amankan Puluhan Kilogram Sabu dan Ribuan Obat Keras Transaksi yang tercatat melalui aplikasi kerja sama dengan Bali Mall diperkirakan masih akan bertambah karena belum seluruh pembelian masuk sistem.
DBFD 2026 menampilkan 108 model busana IKM dari berbagai kategori, mulai dari pakaian adat, busana kantor, hingga busana kasual, dengan tema "Wastra Hitakara".
Tema ini menekankan bahwa busana Bali tidak hanya bernilai seni, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku IKM.
Selain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, acara ini melibatkan tiga OPD lain, yaitu Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik, Dinas Pariwisata, serta Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga.
Ke depan, DBFD akan digelar sembilan kali sepanjang 2026 secara bergilir dengan melibatkan perangkat daerah, sehingga setiap OPD mendapatkan kesempatan untuk menampilkan produk IKM setidaknya sekali dalam setahun.
Sementara itu, pameran IKM Bali Bangkit di Art Center Denpasar akan terus berlanjut hingga 2030, menjadikan kawasan ini sebagai pusat belanja produk lokal berkualitas.
Melalui berbagai inisiatif ini, Dekranasda Bali berharap IKM lokal semakin berdaya saing, tumbuh berkelanjutan, dan menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.*
(dh)