JAKARTA - Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mencetak rekor, mendekati level Rp3.000.000 per gram pada perdagangan Senin (26/1/2026).
Lonjakan ini seiring harga emas global yang menembus rekor tertinggi sepanjang masa di level US$5.000 per troy ounce.
Berdasarkan data dari laman resmi Antam, harga emas Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp2.917.000, sedangkan ukuran 0,5 gram dijual Rp1.508.500.
Baca Juga: Bapanas Catat Penurunan Harga Daging Sapi, Ayam, dan Telur Jelang Ramadan 2026 Untuk ukuran yang lebih besar, harga emas Antam tercatat: 5 gram Rp14.360.000, 10 gram Rp28.665.000, 25 gram Rp71.537.000, 50 gram Rp142.995.000, hingga 1.000 gram senilai Rp2.857.600.000.
Harga buyback (jual kembali) emas Antam juga mengalami kenaikan, mencapai Rp2.750.000 per gram, naik Rp28.000 dari perdagangan sebelumnya.
Sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, setiap transaksi buyback emas di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5% bagi pemilik NPWP dan 3% bagi non-NPWP.
Pembelian emas batangan juga dikenai pajak 0,45% bagi NPWP dan 0,9% bagi non-NPWP.
Penguatan harga emas global dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Harga emas spot pagi ini menguat 1,25% ke kisaran US$5.049,9 per troy ounce, sementara kontrak emas berjangka Comex April 2026 naik 1,24% ke US$5.079,20 per troy ounce.
Investment Analyst Stockbit Sekuritas, Theodorus Melvin, menilai sentimen utama penguatan emas berasal dari kekhawatiran investor terhadap kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump, termasuk ancaman tarif 100% terhadap Kanada bila melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.
Selain itu, pasar juga menanti keputusan Trump terkait pemilihan calon Ketua The Fed yang akan menggantikan Jerome Powell pada Mei 2026.
"Investor mencari aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan global. Emas menjadi pilihan utama," ujar Melvin.