MEDAN – Harga emas di Indonesia terus menunjukkan tren kenaikan signifikan.
Menurut data terkini, harga emas Antam di Medan hampir menembus Rp 2,9 juta per gram akhir pekan ini.
Lonjakan ini membuat masyarakat disarankan untuk mulai berinvestasi emas batangan ketimbang perhiasan.
Baca Juga: Bali Dorong Kendaraan Listrik Jadi Pilar Ekonomi Hijau, Gubernur Koster: Nusa Penida Jadi Pulau Ramah EV Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan, kenaikan harga emas yang dinamis berpotensi membuat masyarakat ragu membeli emas saat harga tinggi, terutama karena beberapa toko mas kini mematok harga hingga Rp 3 juta per gram.
"Bagi pedagang emas, kenaikan harga saat ini justru bisa membuat mereka kekurangan pasokan. Karena saat harga naik, pedagang mempertimbangkan risiko koreksi turun," ujar Gunawan di Medan, Sabtu (24/1/2026).
Gunawan menambahkan, jika pedagang membeli emas pada harga tinggi, mereka cenderung menaikkan margin jual untuk meminimalkan risiko kerugian.
Kondisi ini membuat harga emas di pasaran bisa sangat beragam dan jauh di atas harga konversi emas dunia dalam rupiah.
Menyikapi hal tersebut, Gunawan menyarankan agar masyarakat yang ingin menabung emas memilih emas batangan ketimbang perhiasan.
Ia juga menekankan agar pembelian emas menggunakan dana lebih (excess fund), bukan uang yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk kebutuhan lain.
"Investor pemula juga perlu memperhatikan kondisi ekonomi dan dinamika politik, yang berpotensi mempengaruhi harga emas. Saat ekonomi atau politik memburuk, harga emas cenderung naik, dan sebaliknya," jelas Gunawan.
Menurutnya, saat ini harga emas masih dinaungi kabar baik di tengah gejolak politik dan ekonomi global.
Ia merekomendasikan bagi masyarakat yang sudah memiliki emas untuk menahan (hold) investasinya, karena harga emas berpotensi mencetak rekor tertinggi baru, terutama jika ketegangan geopolitik meningkat.