SUMATERA UTARA – Harga batangan aluminium di Sumatera Utara melonjak tajam dalam sebulan terakhir, memicu keluhan dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kenaikan ini disebut mencapai sekitar 20 persen, menekan biaya produksi dan berpotensi menggerus keberlangsungan usaha kecil.
Batangan aluminium ukuran 22,5 x 22,5 sentimeter dengan panjang 6 meter sebelumnya dijual sekitar Rp47.000 per batang.
Baca Juga: Panen Patin 5 Bulan, Warga Desa Teluk Mengkudu Tunjukkan Potensi Perikanan Desa Kini, harga naik menjadi Rp60.000 per batang. Kenaikan ini dianggap terlalu mendadak oleh pelaku UMKM di Kabupaten Batu Bara dan Kabupaten Asahan.
"Naiknya harga ini sangat memberatkan. Kami tidak bisa langsung menaikkan harga jual karena daya beli masyarakat sedang turun," kata salah seorang pelaku UMKM.
Para pengusaha menyoroti minimnya transparansi dari pabrik maupun distributor aluminium terkait kebijakan harga tersebut.
Mereka mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan pengawasan dan menelusuri penyebab lonjakan harga, guna mencegah dugaan praktik permainan harga.
Sejak kenaikan harga, laporan penurunan penjualan dan sepinya aktivitas perdagangan mulai dirasakan.
Para UMKM khawatir, jika kondisi ini terus berlangsung, daya beli masyarakat akan tertekan dan omzet usaha menurun lebih drastis.
UMKM berharap pemerintah mengambil langkah konkret agar stabilitas harga bahan baku dapat dikendalikan, sehingga usaha kecil tidak semakin terpuruk.*
(dh)