JAKARTA – Kementerian Koperasi melakukan sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan perannya, salah satunya dengan merangkul kalangan Milenial dan Gen Z.
Langkah ini disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono saat menerima kunjungan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di kantor Kemenkop, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).
Ferry menekankan pentingnya koperasi sebagai wadah peningkatan produktivitas bangsa dan sarana ekonomi yang inklusif.
Baca Juga: Koperasi K24: Pengelolaan Parkir di Padangsidimpuan Jadi Kontributor PAD dan Lapangan Kerja Lokal "Di tahun 2026 ini ada beberapa perubahan strategi, yang pertama adalah komunikasi yang lebih menyasar Milenial dan Gen Z," ujarnya.
Selain itu, Kemenkop tengah menyiapkan digitalisasi data koperasi untuk menciptakan sistem informasi yang lebih komprehensif.
Strategi ini bertujuan agar koperasi tidak hanya menjadi lembaga sosial, tetapi juga badan usaha yang berorientasi profit dan bermanfaat bagi anggota serta masyarakat.
Transformasi lain yang dilakukan mencakup validasi pegawai, peningkatan status Kemenkop menjadi Kementerian Kelompok II, dan finalisasi daftar inventarisasi masalah untuk rancangan undang-undang baru sistem perkoperasian nasional.
Ferry juga menekankan penguatan Koperasi Merah Putih melalui pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan perlengkapan.
"Saat ini ada 47 ribu titik tanah yang siap dibangun, dengan 27 ribu fisik gerai sedang dibangun. Diharapkan pada Maret-April, sekitar 25-30 ribu gerai selesai dan siap operasional," kata Ferry.
Kerja sama dengan perguruan tinggi, seperti Ikopin University di Jatinangor, menjadi bagian dari upaya mencetak kader koperasi yang fresh dan siap menghadapi dinamika ekonomi modern.
Program ini mencakup mata kuliah dasar koperasi dan KKN untuk mendukung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa memberikan apresiasi atas kerja keras Kemenkop dan optimistis Menteri Ferry dapat mengemban amanah Presiden Prabowo dalam mendorong koperasi menjadi instrumen ekonomi baru yang terintegrasi dengan UMKM, pasar tradisional, Bumdes, dan sektor lainnya.