BANDA ACEH – Kebutuhan daging sapi di Aceh pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 9.618 ton, menjelang Bulan Ramadhan dan Idul Fitri.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, Rabu (21/1/2026).
Berdasarkan data 2025, kebutuhan daging pada momen khusus Meugang rata-rata berkisar 1.000 hingga 1.500 ton, sementara sisanya digunakan untuk konsumsi harian masyarakat dan kebutuhan dunia usaha sepanjang tahun.
Baca Juga: Bobby Nasution Apresiasi Pencabutan Izin Perusahaan yang Terlibat Bencana di Sumut "Untuk memenuhi kebutuhan daging dalam rangka Meugang, Aceh dipastikan mengalami gangguan pasokan lokal akibat dampak bencana," ujar Jubir Pemerintah Aceh.
Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, telah menggelar pertemuan dengan beberapa kementerian terkait di Jakarta.
Secara khusus, pada Senin (19/1/2026), Gubernur bertemu dengan Menteri Perdagangan, Dr. Budi Santoso, M.Si, didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, T. Adi Darma, ST, untuk membahas kebutuhan daging di Aceh.
Untuk merealisasikan hasil pertemuan, Gubernur memerintahkan PEMA (Pemerintah Aceh) untuk menindaklanjuti proses kuota izin impor dan mempercepat koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.
"Gubernur terus mengambil berbagai langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memulihkan kondisi pasca-bencana. Pemerintah Aceh bekerja di bawah supervisi ekstra pemerintah pusat," tambah Jubir.
Gubernur juga berharap seluruh masyarakat Aceh bersatu, saling bahu-membahu untuk bangkit kembali dari keterpurukan akibat bencana.*
(dh)