JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan sinyal bakal meninjau kembali anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pekan depan.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyerapan dana berjalan optimal.
Menurut Purbaya, realisasi program MBG tahun 2025 belum sepenuhnya terserap.
Baca Juga: Dinas Kesehatan Ambil Sampel Muntahan dan Makanan Terkait Dugaan Keracunan MBG "Kalau kami hitung, paling Rp 200 triliun juga cukup mungkin. Tapi nanti kami lihat. Kami akan lihat yang inefisien saja. Tapi program itu program bagus, kami akan dukung supaya jalannya maksimal," ujarnya di Kementerian Keuangan, Selasa, 20 Januari 2026.
Tahun ini, anggaran MBG dialokasikan sebesar Rp 335 triliun, dengan Rp 268 triliun disalurkan melalui Kementerian/Lembaga, tepatnya Badan Gizi Nasional (BGN).
Sisanya, sekitar Rp 67 triliun, dicadangkan.
Pada 2025, penyerapan program MBG mencapai 72,5 persen dari pagu anggaran, dengan manfaat yang diterima masyarakat sebesar Rp 43,3 miliar.
Program ini menjangkau siswa, balita, ibu hamil/menyusui, guru, dan tenaga kependidikan di 38 provinsi.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan 33.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Kami targetkan di 2026 ada minimal 27.000 SPPG aglomerasi, ditambah dengan 8.558 di daerah terpencil," katanya.
Evaluasi ini diyakini penting untuk mengefektifkan anggaran dan memperkuat implementasi program MBG, sekaligus memastikan dana publik digunakan secara tepat sasaran.*
(k/dh)