JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan realisasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 20 Januari 2026 telah mendekati Rp18 triliun dari total pagu anggaran Rp268 triliun.
Capaian ini menunjukkan percepatan serapan anggaran pada awal tahun pelaksanaan program unggulan tersebut.
"Sampai pagi ini, 20 Januari 2026, realisasi anggaran sudah mendekati Rp18 triliun," kata Dadan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa, 20 Januari 2026.
Baca Juga: Tuntut Copot Kades, Mahasiswa dan Warga Gelar Aksi di Kantor Desa Indrayaman Batu Bara Dadan menjelaskan, penyaluran anggaran MBG dilakukan secara langsung dari Kantor Kas Negara ke rekening Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh daerah.
Skema tersebut dirancang untuk memastikan distribusi dana berjalan cepat dan tepat sasaran.
Menurut dia, penggunaan anggaran MBG telah diatur secara proporsional.
Sebanyak 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku makanan, 20 persen untuk operasional termasuk gaji relawan, dan 10 persen untuk insentif mitra.
Terkait pembangunan infrastruktur, Dadan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada dana negara yang digunakan untuk pembangunan fisik SPPG.
Seluruh unit layanan yang telah beroperasi dibangun dengan pendanaan mitra.
"Sebanyak 21.102 SPPG yang sudah berjalan itu 100 persen dibiayai mitra. Belum ada uang negara yang digunakan untuk pembangunan fisik," ujarnya.
Pada 2026, program MBG menargetkan perluasan signifikan jumlah unit layanan.
Di wilayah aglomerasi diperkirakan akan beroperasi sekitar 28 ribu SPPG, sementara di daerah terpencil direncanakan 8.617 SPPG untuk memperluas akses layanan gizi.