JAKARTA – Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat terhadap rupiah pada perdagangan Selasa (20/1/2026) pagi.
Mata uang Paman Sam tercatat bergerak naik mendekati level Rp 17.000, mencerminkan tekanan pasar global dan sentimen investor terhadap aset berisiko.
Baca Juga: IHSG Dibuka Menguat, Betah di Level 9.000-an di Awal Perdagangan Selasa Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.30 WIB, dolar AS berada di level Rp 16.986, naik 31 poin atau 0,18% dibanding posisi penutupan sebelumnya.
Penguatan ini membuat nilai tukar rupiah terpantau melemah terhadap mata uang utama dunia.Selain rupiah, dolar AS juga menunjukkan tren penguatan terhadap beberapa mata uang regional dan global.
Dolar menguat terhadap euro (+0,02%), dolar Singapura (+0,05%), pound sterling (+0,01%), dan dolar Australia (+0,5%). Sebaliknya, dolar AS melemah tipis terhadap yuan China (-0,03%) dan yen Jepang (-0,08%).
Sejumlah money changer di Jakarta bahkan sudah menjual dolar AS dengan harga mendekati Rp 17.000 per lembar, menandai level psikologis yang patut diperhatikan investor dan pelaku usaha yang melakukan transaksi internasional.*
(d/dh)